“Posyandu bukan hanya tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga wadah pemberdayaan masyarakat. Kami berharap dari Rakornas ini lahir inovasi dan praktik terbaik yang bisa diterapkan di Parepare demi peningkatan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat,” kata dr. Arfiah.
Ia juga menyebut, Posyandu harus bertransformasi menjadi pusat edukasi dan pemberdayaan, sehingga masyarakat tidak hanya menerima layanan kesehatan, tetapi juga memperoleh pengetahuan untuk meningkatkan kualitas hidup.
“Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis Posyandu di Parepare dapat semakin aktif, mandiri, dan menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis keluarga. Apalagi pemerintah kota telah menyiapkan program peningkatan insentif bagi kader Posyandu sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka,” ujar dr. Arfiah.
Menteri Dalam Negeri dalam kesempatan itu menegaskan Posyandu sebagai bagian dari program strategis nasional. Ia juga meminta kepala daerah menghidupkan kembali Posyandu di wilayah masing-masing, dengan menyebut adanya sanksi bagi daerah yang tidak menjalankan program ini.
Rakornas Posyandu 2025 turut dirangkaikan dengan pemberian penghargaan dan pengumuman lomba Tim Pembina Posyandu sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi pengurus Posyandu di seluruh Indonesia. (P)







